Alumni UST Indonesia (AUSTIn) Gelar Reuni Alumni Bidang Sains dan Teknologi dari Korea Selatan

by San

Jakarta.- Korea Selatan merupakan salah satu negara tujuan favorit bagi para mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi pasca sarjananya, khususnya bidang Sains dan Teknologi. Tercatat hingga saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Korea Selatan mencapai 1.900 orang.

Diantara kampus bergengsi di Korea Selatan yang menjadi tujuan utama sebagian besar mahasiswa Indonesia yaitu Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dan University of Science and Technology (UST).

Kedua kampus ini terletak di “Silicon Valley” Korea Selatan, kota Daedok Innopolis-Daejeon. KAIST didirikan pada tahun 1971, sementara UST baru berdiri pada tahun 2003, yang merupakan gabungan dari 33 riset institut milik pemerintah Korea Selatan. Hingga saat ini, baik alumni KAIST dan UST asal Indonesia masing-masing berjumlah lebih dari 100 orang.

Pada Sabtu 15 Juni 2019, UST bekerja sama dengan Alumni UST Indonesia (AUSTIn) mengadakan acara yang bertajuk “Korea Science and Technology Alumni Gathering”, bertempat di Ballroom A Hotel Grand Hyatt, Thamrin-Jakarta.  Ketua AUSTIn, Dr. Chairul Hudaya mengatakan bahwa acara ini dimaksudkan sebagai wahana reuni lulusan universitas bidang Sains dan Teknologi dari Korea Selatan untuk meningkatkan jejaring kolaborasi baik antar alumni maupun dengan almamaternya. Kurang lebih 80 orang alumni dan keluarga turut hadir pada acara yang digelar perdana tersebut.

Acara ini menghadirkan perwakilan dari UST dan KAIST yaitu Prof. Joo Hyun-Ku selaku Dekan Urusan Eksternal UST dan Mrs. Ahn Su-Yeon selaku Manejer International Office KAIST. Selain itu hadir juga staff UST yaitu Ms. Lee Eun Jin dan Mr. An Joohun dari International Cooperation Team, UST.

Rangkain kegiatan ini terdiri dari dua agenda utama yaitu mini konferensi yang memaparkan sharing pengalaman penelitian dari para alumni dan acara Gala Dinner. Kegiatan konferensi ini dimulai pada pukul 15.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Acara mini konferensi menghadirkan 6 pembicara. Pembicara pertama, Dr. Y.H. Yogaswara, yang merupakan alumni KAIST dan saat ini berkarir sebagai peneliti di TNI AURI serta staff pengajar di Universitas Pertahanan (UNHAN) memaparkan judul penelitiannya : “A Novel Evasive Maneuver Guidance Law against Intercept Missile”. Presenter kedua yaitu Nova Eka Diana, M.Eng yang merupakan alumni UST-KIST dan saat ini terdaftar sebagai staff pengajar di Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Yarsi dengan judul penelitian “Computer Science for Medical Purposes”.

Presenter ketiga yaitu Dr. Bambang Veriansyah alumni UST- KIST dan merupakan unit head Plant and Principal Scientist at Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) – Dexa Medica dengan judul “Production Active Pharmaceutical Intergredients from Indonesian Natural Resources”. Presenter yang keempat yaitu Dr. Anatta W. Budiman yang merupakan alumni UST-KRICT dan staff pengajar di Universitas Negeri Sebelas Maret. Dua presentasi terakhir menghadirkan Muhammad Luthfi dan Jagad Paduraksa, mahasiswa Universitas Indonesia bimbingan Dr. Chairul Hudaya, yang mempresentasikan pemanfaatan eceng gondok sebagai material kapasitor lithium-ion.

Prof. Joo Hyun-Ku dalam sambutannya pada Gala Dinner mengatakan bahwa Korea dan Indonesia ibaratkan satu tubuh. Organ yang satu membutuhkan organ yang lainnya, dan bergerak bersama sama untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Prof. Joo, hal ini dikarenakan Korea atau dalam bahasa Korea-nya Hankuk disingkat Han berarti Satu dan Indonesia disingkat In berarti tubuh. Sehingga Korea-Indonesia atau Hanin berarti Satu Tubuh. Oleh karena itu, ke depan hubungan baik dan kerjasama antara kedua negara perlu terus dipupuk dan ditingkatkan. Setelah kata sambutan disampaikan acara dilanjutkan dengan makan malam dan hiburan yang ditampilkan oleh alumni dan putri dari alumni yang hadir.

Reportase: Lalu Suhaimi (+62877-1832-6678)


About the Author


San


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *