INAKOS » Publikasi
Jurnal
Selama beberapa tahun terakhir, INAKOS aktif menerbitkan jurnal yang fokus pada pengembangan kajian Korea di Indonesia. Melalui kolaborasi akademik dengan peneliti dari berbagai institusi, INAKOS memperluas kontribusi studi Korea tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global. Publikasi ini menjadi ruang penting untuk menghadirkan temuan baru yang berkualitas, berkelanjutan, dan relevan dengan perkembangan kajian Korea kontemporer.
Topik yang diangkat mencakup sejarah, budaya, bahasa, hingga sastra Korea. Konsistensi penerbitan INAKOS bertujuan membangun ruang diskusi inklusif bagi akademisi, pemerhati Korea, dan komunitas peneliti lintas disiplin. Melalui jejaring akademik yang terus berkembang, INAKOS menghadirkan publikasi yang menjadi rujukan penting bagi studi Korea di Indonesia.
Sejak terbit pertama kali pada 2009, Jurnal INAKOS telah menjadi salah satu rujukan utama kajian Korea di Indonesia. Edisi awal (2009–2010) mengangkat tema “Reinventing the Importance of Korean Studies for Future Generations in Indonesia and Korea”, menegaskan komitmen INAKOS dalam memperkuat studi Korea bagi generasi mendatang.
Sejak 2011 hingga 2018, INAKOS menerbitkan beragam edisi tematik, antara lain Dynamic Issues of Korean Studies in Indonesia (2011), Secuil Kajian Bahasa, Sastra, & Budaya Korea (2015), Tapak Tilas Jalinan Indonesia–Korea (2016), hingga Meneropong Korea untuk Memahami dan Membangun Indonesia (2017). Edisi terakhir, November 2018, mengangkat tema Dinamisme dan Dinamika Eksistensi Korea dan Indonesia, menyoroti hubungan kedua negara dari perspektif budaya dan politik.
Selain jurnal, INAKOS juga menerbitkan berbagai buku pengantar tentang Korea, mulai dari sejarah, sistem pemerintahan, bahasa Hangeul, hingga fenomena Hallyu. Beberapa buku menyoroti interaksi Indonesia–Korea, sehingga cocok bagi pemula maupun peneliti yang ingin memahami Korea lebih dalam.
Selain edisi-edisi sebelumnya, INAKOS kini menghadirkan jurnal terbaru yang dapat diakses secara daring di sini. Sampai saat ini, INAKOS tetap membuka ruang bagi peneliti, akademisi, maupun mahasiswa untuk berbagi wawasan dan berdiskusi mengenai studi Korea, baik melalui seminar, lokakarya, maupun kolaborasi penelitian. Dengan landasan ini, INAKOS kemudian mengundang seluruh peneliti, akademisi, dan mahasiswa bidang studi Korea untuk berkontribusi melalui karya ilmiah dan penelitian, guna memperkaya literatur kekoreaan di Indonesia maupun dunia.
Sejarah
Pada bulan Oktober 2008 Prof. Dr Yang Seung Yoon dan Dr. Nur Aini Setiawati di Seoul, Korea Selatan memiliki gagasan untuk membuat Asosiasi Alumnus dari universitas universitas di Korea Selatan. Hal ini berkaitan dengan semakin banyaknya mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan studi di Korea. Sebagai tindak lanjut gagasan tersebut, maka untuk mewujudkannya terjadilan pertemuan di Cafe Galeria Yogyakarta pada tanggal 22 Februari 2009. Pertemuan tersebut diawali dengan pembicaraan antara Prof. Yang dan Dr. Nur Aini Seriawati untuk mengkonkritkan gagasan itu.
Atas dorongan Prof. Yang Seung-Yoon, pada tanggal 6 April 2009 para alumnus dari universitas di Korea Selatan terutama para pengajar di UGM yaitu, Dr. Nur Aini Setiawati, Dr. Novi siti Kussuji Indrawati. Dr. Mukhtasar Syamsudin, Dr. Ustadi, Dr. Panjono, Dr. Yuda Febrianto, Suray Agung Nugroho, M.A., Amin Basuki, M.A., dan Ratih Anwar Pratiwi, M.Si mengadakan rapat di kantor Pusat Studi Korea UGM. Mereka mengadakan rapat untuk mewujudkan gagasan pendirian asosiasi alumnus dari universitas di Korea Selatan dan membuat draft awal Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga asosiasi yang akan dibentuk.
Asosiasi ini memiliki tujuan umum untuk memajukan kajian Korea-Indonesia, membina kemitraan dan meningkatkan kerja sama antaranggota. Sedangkan tujuan khusus asosiasi ini adalah meningkatkan pendidikan bagi generasi muda. Akhirnya pada rapat yang diadakan tiga kali dalam jangka waktu satu bulan, pada bulan April 2009 telah berhasil disetujui nama asosiasi yaitu “International Association of Korean Studies in Indonesia” dengan singkatan INAKOS.
Pada hari Kamis 7 Mei 2009, diadakanlah pertemuan pertama dalam acara “INAKOS Forum” yang dihadiri kurang lebih 100 orang yang disaksikan oleh 1. The Ambassador of the Republic of Korea to Indonesia, His Excellency Mr. Kim Ho Young; 2. Direktur P.T. Solar Park Indonesia, Mr. Park See Woo; 3. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dr. Ida Rochani Adi; 4. Pengusaha-pengusaha Korea; dan para perwakilan pengajar dan pelajar SMU se Indonesia serta pengajar dan pelajar Korea yang tertarik dengan studi Korea. Pada acara tersebut dideklarasikanlah berdirinya “INAKOS” secara resmi dan sekaligus terpilihlah presiden INAKOS yang pertama, yaitu Prof. Dr. Mochtar Mas’oed. Upacara pendeklarasian itu dipimpin oleh Dr. Muhammad Mukhtasar Syamsuddin, Dekan Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya, pada acara yang sama juga telah diresmikan kantor sementara “INAKOS” oleh Bapak Rektor UGM, Prof. Ir. Soedjarwadi, M.Eng, Ph.D, dengan meminjam ruangan di kantor Pusat Studi Korea UGM, yaitu di Bulaksumur B 9 Yogyakarta.
Hingga Tahun 2014
Penasehat:
- H.E. Mr. Kim Young-sun (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia)
- H.E. Mr. Nicholas Tandi Dammen (Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea)
- Prof. Ir. Soedjarwadi, M.Eng, Ph.D (Rektor Universitas Gadjah Mada)
- Prof. Dr. Gumilar R. Somantri (Rektor Universitas Indonesia)
- Prof. Dr. Yang Seung Yoon (Profesor, Hankuk University of Foreign Studies)
- Presiden: Prof. Dr. Mohtar Mas’oed
- Wakil Presiden: Dr. Tulus Warsito (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
- Sekretaris: Dr. Nur Aini Setiawati
- Asisten Sekretaris: Suray Agung Nugroho, M.A
- Koordinator Urusan Internasional: Dr. Ibnu Wahyudi (Universitas Indonesia)
- Koordinator Pendidikan: Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti
- Koordinator Penerbitan: r. Muhammad Mukhtasar Syamsuddin
- Koordinator Penelitian: Dr. Ustadi
- Koordinator Pengembangan: Dr. Panjono
- Koordinator Umum: Dr. Yudha Heru Fibianto
Mulai Tahun 2014
- HE. Mr. Cho Taiyoung (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia)
- H.E. Mr. John A. Prasetia (Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea)
- Prof. Dr. Yang Seung-Yoon (Profesor, Hankuk University of Foreign Studies)
- Prof. Dr. Mohtar Mas’oed (Profesor, Hubungan Internasional, UGM)
- Presiden: Dr. Muhammad Mukhtasar Syamsuddins (Universitas Gadjah Mada)
- Wakil Presiden: Dr. Tulus Warsito (Universitas Muhammadiyah Yogyakartal
- Sekretaris: Dr. Nur Aini Setiawati
- Asisten Sekretaris: Suray Agung Nugroho
- Koordinator Urusan Internasional: Dr. Ibnu Wahyudi
- Koordinator Pendidikan: Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti
- Koordinator Penerbitan: Dr. Tri Mastoyo, M.Hum.
- Koordinator Penelitian: Dr. Ustadi
- Koordinator Pengembangan: Dr. Panjono
- Koordinator Umum: Dr. Yudha Heru Fibianto
Mulai Tahun 2018
- H.E. Mr. Kim Chang-Beom (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia)
- H.E. Mr. Umar Hadi (Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea)
- Prof. Dr. Yang Seung-Yoon (Profesor, Hankuk University of Foreign Studies)
- Prof. Dr. Mohtar Mas’oed (Profesor, Hubungan Internasional, UGM)
- Presiden: Dr. Muhammad Mukhtasar Syamsuddin (Universitas Gadjah Mada)
- Wakil Presiden: Dr. Tulus Warsito (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
- Sekretaris: Dr. Nur Aini Setiawati
- Asisten Sekretaris: Dr. Suray Agung Nugroho
- Koordinator Urusan Internasional: Dr. Ibnu Wahyudi
- Koordinator Pendidikan: Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti
- Koordinator Penerbitan: Dr. Tri Mastoyo, M.Hum.
- Koordinator Penelitian: Dr. Ustadi
- Koordinator Pengembangan: Dr. Panjono
- Koordinator Umum: Dr. Yudha Heru Fibianto





