INAKOS ยป Profil

Sejarah

Hubungan strategis antara Indonesia dan Republik Korea yang meningkat sejak tahun 2009 menjadi latar belakang penting berdirinya INAKOS. Kemitraan ini diperkuat oleh banyaknya perusahaan Korea di Indonesia dan peningkatan pertukaran budaya serta ekonomi, menjadikan Indonesia sebagai mitra penting bagi Korea. Kondisi ini menciptakan kebutuhan mendesak akan studi dan penelitian yang mendalam mengenai Korea di Indonesia. Untuk merespons hal tersebut, dua institusi akademik terkemuka, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI), telah mulai mengembangkan Pusat Studi Korea masing-masing.

Menyikapi perkembangan tersebut, ide untuk menyatukan dan mengintegrasikan semua keahlian Studi Korea di Indonesia diwujudkan. Asosiasi ini diprakarsai oleh sekelompok alumni Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan dari universitas di Korea dalam berbagai disiplin ilmu. Ide ini kemudian diresmikan melalui pembentukan INAKOS (The International Association of Korean Studies in Indonesia) pada Kamis, 7 Mei 2009. Momen bersejarah ini ditandai dengan diselenggarakannya Forum INAKOS yang pertama di Fakultas Ilmu Budaya, UGM, Yogyakarta, di mana Prof. Dr. Mochtar Mas’oed terpilih secara aklamasi sebagai Presiden INAKOS yang pertama.

Sejak didirikan, INAKOS memegang peran penting sebagai forum bagi para sarjana Indonesia untuk mengimplementasikan hasil Studi Korea mereka, dengan tujuan untuk membangun jejaring penelitian dan memperkaya pengetahuan anggota. Secara strategis, INAKOS bertujuan untuk memastikan bahwa karya-karya akademik yang dihasilkan anggotanya menjadi warisan yang bernilai bagi generasi mendatang di Indonesia. Dengan demikian, eksistensi INAKOS sejak awal memainkan peran yang tak terpisahkan dalam memelihara dan mempertahankan hubungan strategis antara Indonesia dan Korea, baik dari sudut pandang akademik, budaya, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Scroll to Top